Pages

Minggu, 07 Juli 2013

Manusia dan Cinta Kasih



·         Pengertian Cinta Kasih
Cinta adalah rasa sangat suka atau rasa sangat sayang (kepada) atau (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih adalah perasaan saying atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hamper bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih berarti perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Cinta memegang peran penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab, begitu pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dan Allah swt dehingga manusia menyembah Allah swt dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Dalam kitab suci Alqur’an, ditemui fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tingkatan – tingkatan: tinggi, menengah, dan rendah.
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, suami/istri dan kerabat. Cinta tingkat rendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
Bagi setiap orang Islam yang bertakwa, sudah menjadi keharusan bahwa cinta kepada Allah, pada Rasulullah, dan berjihad si jalan Allah adalah cinta yang tidak ada duanya. Hal ini merupakan keteguhan iman dan keharusan dalam islam. Bahkan itu pendorong utama dalam menunjang tinggi agama.
Hikmah cinta sangatlah besar. Hanya orang yang diberi kecerdasan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkannya. Hikmahnya antara lain:
1.      Cinta merupakan ujian yang amat berat dan pahit dalam kehidupan manusia, karena setiap cinta akan mengalami berbagai macam rintangan, semuanya dapat diketahui setelah mendapatkan rintangan dalam perjalanannya.
2.      Cinta merupakan pendorong atau penyemangat yang paling besar dalam melestarikan kehidupan lingkungan.
3.      Cinta merupakan benih dari segala kasih sayang dan segala bentuk persahabatan dimanapun adanya.






·         Cinta Menurut Ajaran Agama
Dalam kitab suci Al-qur’an  terdapat berbagai bentuk cinta antara lain :
    1. Cinta Diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Ia juga mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya, ia membenci segala sesuatu yang mendatangkan keburukan pada dirinya.
    2. Cinta Kepada Sesama Manusia
Manusia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya agar dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya. Ia juga hendaknya menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang lain, bekerja sama dan memberi bantuan kepada orang lain. Al-Qur’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta mereka kepada diri sendiri. Dalam seruan itu sesungguhnya terkandung pengarahan agar para mukmin tidak berlebihan dalam mencintai diri sendiri.
    3. Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian dan kerjasama antara suami istri. Islam menyerukan cinta seksual tersebut dengan cara yang sah yaitu perkawinan.
    4. Cinta Kebapakan
Cinta ini terjalin antara seorang bapak dengan anak-anaknya yang merupakan sumber kebahagiaan, dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggaan, dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah ia meninggal dunia. Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kisah nabi Nuh a.s. Betapa cintanya ia kepada anaknya tampak jelas saat ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta, kasih sayang, dan belas kasihan untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak.
    5. Cinta Kepada Allah
Puncak cinta manusia yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian dan doa saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditunjukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya.
“Katakanlah:”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (QS.Ali Imran,3:31)
    6. Cinta Kepada Rasul
Cinta kepada rasul menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Ini karena rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur  lainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman pasti akan mencintai Rasulullah dengan sepenuh hati, karena ialah yang telah berjuang dengan penuh kesulitan sehingga Islam tersebar diseluruh penjuru dunia dan membawa manusia dari kekelaman kesesatan menuju cahaya petunjuk.

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan



·         Pengertian Kesusantraan
        Secara morfologis kata kesusastraan, yang lebih sering hanya disebut sastra, dapat diuraikan atas konfiks ke-an yang berarti ‘semua yang berkaitan dengan  prefiks su ‘baik, indah, berguna’ dan bentuk dasar sastra yang berarti ‘kata, tulisan, ilmu’.Jadi, menurut uraian di atas kesusastraan adalah semua yang berkaitan dengan tulisan yang indah. Sedang menurut arti istilah, kesusastraan atau sastra ialah cabang seni yang menggunakan bahasa sebagai medium.
·         Pendekatan Kesusastraan
            Ilmu Budaya Dasar pada kali ini berkaitan dengan budaya yang ada dalam keseharian dan budaya bangsa. Ada istilah Humanities yang berasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus. Hal ini tentunya sangat baik jika kita pelajar, karna kita akan mendapatkan ciri dari manusia yang baik dalam bermasyarakat. Istilah Humanities berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnya seperti filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk satra, sejarah, cerita rakyat, dsb. Dari semua itu intinya adalah mempelajari masalah manusia dan kebudayaan.
Contohnya saja dalam bidang kesenian, seni adalah suatu ekspresi dari jiwa manusia. Segala kebebasan hasil karya dari manusia bebas dituangkan dalam ekspresi seni. Seni lebih berbicara banyak dalam kebudayaan, bahkan budaya dapat menggambarkan ciri dari suatu bangsa yang bermartabat.
·         Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan Dengan Prosa
Istilah prosa merupakan bentuk cerita atau kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi pada umumnya dipakai untuk  roman, novel, atau cerita pendek. Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal prosa lama dan baru
Prosa lama yaitu:
1.      Dongeng
2.      Hikayat
3.      Sejarah
4.      Epos
5.      Cerita pelipur lara



Prosa baru yaitu:
1.      Cerita pendek
2.      Novel
3.      Biografi
4.      Kisah
5.      Otobiografi

·         Nilai – Nilai dalam Prosa Fiksi
Prosa fiksi dalah prosa yang mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra, nilai-nilai prosa fiksi antara lain:
1.      Prosa fiksi memberikan kesenangan
2.      Prosa fiksi memberikan informasi
3.      Prosa fiksi memberikan wawasan cultural / budaya
4.      Prosa fiksi memberikan keseimbangan wawasan

·         Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan Dengan Puisi
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenal kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/esthetic, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata – katanya.
Kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1.       Figura bahasa
2.       Kata – kata yang bermakna ganda (ambiguitas).
3.       Kata – kata berjiwa.
4.       Kata – kata yang sudah diberi nilai-nilai,rasa,dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5.      Pengulangan
Alasan – alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan IBD adalah sebagai
berikut :
1.      Hubungan puisi deengan pengalaman hidup manusia.
2.      Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
3.      Puisi dan keinsyafan sosial

Manusia dan Kebudayaan



Manusia dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang sangat dekat yang saling terkait satu sama lain.
·         Manusia
Manusia Secara bahasa, manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berfikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Sedangkan secara umum pengertian kebudayaan merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Ada 2 pandangan yang dijadikan acuan tentang unsure yang membangun manusia:
1.      Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait, yaitu:
a)      Jasad
b)      Hayat
c)      Ruh
d)     Nafas

2.      Manusia sebagai satu kepribadian mengandung 3 unsur:
a)      Id
b)      Ego
c)      seperego

·         Hakekat Manusia

1.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
2.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna
3.      Makhluk biokultural
4.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

·         Pengertian Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai:
1.      Penganut kebudayaan,
2.      Pembawa kebudayaan,
3.      Manipulator kebudayaan, dan
4.      Pencipta kebudayaan.
Disamping itu, kebudayaan manusia itu menciptakan suatu keindahan yang biasa kita sebut dengan suatu seni. Keindahan atau seni dibutuhkan oleh setiap manusia agar kehidupan yang dijalaninya menjadi lebih indah.
Manusia dan keindahan atau seni memang tidak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya menjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan.
Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender.
·         Unsur Kebudayaan
Kebudayaan setiap Negara terdiri dari unsur – unsur besar maupun kecil yang merupakann bagian dari kesatuan. C.Kluchhohn dalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan bahwa ada 7 unsur kebudayaan universal yaitu:
1.      System religi
2.      System organisasi masyarakat
3.      System pengetahuan
4.      System mata pencaharian hidup
5.      System teknologi dan peralatan
6.      Bahasa
7.      Kesenian

·         Wujud Kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan memiliki 3 wujud:
1.      Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia
2.      Kompleks aktivitas
3.      Wujud sebagai benda

Tinjauan Tentang Ilmu Budaya Dasar



·         Pendahuluan
Ilmu budaya dasar adlah mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, kebudayaan, dan masalah yang ada sehari-hari. Dengan mempelajari ilmu budaya dasar kita dapat mengetahui latar belakang pengetahuan yang luas tentang kebudayaan Indonesia yang menimbulkan minat mendalaminya.
Latar belakang IBD dalam konteks Budaya, Negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
1.      Kenyataan bahwa Indonesia memiliki berbagai suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yang terlihat dari berbagai aspek kebuadayaannya.
2.      Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negative berupa terjadinya perubahan dan pergeseran system nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusia pun terkena pengaruhnya.
3.      Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan peruban kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya. Akibat dampak negative teknologi, manusi kini menjadi resah dan gelisah.

·         IBD Sebagai Mata Kuliah Dasar Umum
Secara khusus MKDU bertujuan untuk:
1.      Berjiwa pancasila
2.      Takwa terhadap Allah swt
3.      Memiliki wawasan luas tehadap budaya Indonesia

·         Pengertian Ilmu Budaya Dasar
            Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan.
            Istilah ilmu budaya dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berkaitan dengan nilai – nilai yaitu nilai – nilai manusia sebagai homo  humanus atau manusia berbudaya. Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengatakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga besar, yaitu:
1.      Ilmu-ilmu alamiah (natural science)
2.      Ilmu-ilmu social (social science)
3.      Pengetahuan budaya (the humanities) 

·         Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Tujuan Ilmu Budaya Dasar adlah memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikal terhadap nilai – nilai budaya, baik yang menyagkut orang lain dan alam sekitarnya. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat:
1.      Menajamkan kepekaan terhadap lingkungan budaya sehingga lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru terutama dalam keoentingan pekerjaan.
2.      Memperluas pandangan terhadap masalah manusia dan budaya serta mangembangkan pola piker terhadap persoalan yang menyagkut kedua hal tersebut.
3.      Memperluas ruang lingkup pendidikan
4.      Memperluas wawasan komunikasi

·         Ruang Lingkup IBD
Masalah pokok untuk menentukan ruang lingkup IBD adalah:
1.      Aspek kehidupan yang merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya,baik dari segi keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2.      Hasil manusia yang universal akan tetapi beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayan masing – masing zaman dan tempat.
Pokok bahasan yang dikembangkan adalah:
1.      Manusia dan cinta kasih
2.      Manusia dan keindahan
3.      Manusia dan penderitaan
4.      Manusia dan keadilan
5.      Manusia dan pandangan hidup
6.      Manusia dan tanggung jawab
7.      Manusia dan kegelishan
8.      Manusia dan harapan
Ilmu budaya dasar bukan ilmu sasatra,tari, filsafat, dan ilmu lain. IBD menggunakan karya – karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mendekati masalah kemanusiaan dan budaya.