Pages

Kamis, 24 April 2014

Makalah Entrepreneurship

RESEARCH IN SOCIAL ENTREPRENEURSHIP:
PAST CONTRIBUTIONS AND FUTURE OPPORTUNITIES


Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Teori Organisasi Umum 2

Dosen,
Lista Kuspriatni

Disusun Oleh:
Bagas Priambodo
Gilang Ilsan Tama Lubis
Jossy Ade Candra
Julius Agung
Roby Yuliardi
Mohammad Candra





SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA


A.PENDAHULUAN

Memahami proses terciptanya nilai baru  dalam pusat bidang entrepreneur, menciptakan nilai dalam bidang social entrepreneur yang menyebabkan banyak penelitian yang di lakukan oleh peneliti dan mahasiswa, untuk fokus pada bidang manajemen, manajemen strategis, dan kewirausahaan. Konsep ini juga menarik bagi para individu and corporate entrepreneurs and policy makers. Praktek social entrepreneur ini juga berkembang pada tahun 2004, dengan persentase 6,6% dari populasi penduduk di Inggris yang terlibat dalam beberapa jenis kegiatan yang berfokus pada masyarakat atau tujuan sosial, baik itu sebagai start-up venture or as owner-managers of that venture. Selain itu, terdapat penghargaan bagi praktisi, seperti Skoll Foundation’s Award for Social Entrepreneurship and Fast Company magazine’s Social Capitalist Awards.
Meskipun meningkatnya minat dalam social entrepreneur, namun definisi social entrepreuner telah banyak dikembangkan di sejumlah bidang yang berbeda, mulai dari tidak untuk profit, untuk profit, sektor publik, dan kombinasi dari ketiganya. Hal ini menghalangi penelitian-penelitian empiris untuk mengkaji social entrepreneur itu secara mendalam. Misalnya, kegagalan untuk mengukur dan membandingkan konsistensi kinerja dari social entreprenuer, yang pada akhirnya membatasi kemampuan kita untuk memahami unsur-unsur yang dipercaya dapat menumbuhkan kewirausahaan sosial.
Untuk menjembatani kesenjangan antara pemahaman kita tentang kewirausahaan sosial dan peningkatan pengetahuan yang bisa membantu dalam meneliti dan mengembangkan bidang ini, maka artikel ini yang pertama muncul untuk menganalisa keadaan saat pertukaran intelektual di kalangan pemikir-pemikir teoritis dan menyoroti potensi daerah perbaikan.

B. PEMBAHASAN

ASSESSING THE STATE OF SOCIAL ENTREPRENEURSHIP RESEARCH
Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih besar dari literatur mengenai social entrepreneur, dalam artikel ini mengidentifikasi dan menganalisis isi dari artikel-artikel yang dipublikasikan dalam jurnal manajemen dan kewirausahaan di mana topik utamanya terkait dengan fenomena social entrepreneurship. Oleh karena itu, artikel ini mencari artikel yang secara eksplisit disebutkan kewirausahaan sosial, wirausahawan sosial, usaha sosial, atau perusahaan sosial, tanpa menempatkan batas-batas periode waktu tertentu. Mengingat bahwa social entrepreneur adalah aliran penelitian yang relatif baru, kami ingin menjelajahi setiap artikel pada subjek dan mungkin memeriksanya setiap tahun.
Dari 152 artikel tentang social entrepreneur menunjukkan bahwa ada peningkatan pada tingkat publikasi yang mencapai persentase 750% selama rentang waktu 18 tahun dari sampel yang diperoleh. Selain itu, tingkat publikasi pada tingkat publikasi artikel kewirausahaan dalam  jumlah artikel kewirausahaan dalam jurnal manajemen meningkat sebesar 62% selama periode 15 tahun.



Social entrepreneurship publications and citations
Dari beberapa disiplin ilmu yang paling umum memberikan kontribusi untuk penelitian social entrepreneur adalah manajemen (26%), lalu diikuti oleh kewirausahaan (11%), ilmu politik (10%), ekonomi (9%), pemasaran (6%), sosiologi (5%), dan pendidikan (5%). Disiplin ilmu seperti antropologi (1%), finance (1%), dan hukum (1%) yang menerbitkan paling sedikiti mengenai social entrepreneur, dan artikel ini juga tidak menemukan artikel social entrepreneur dalam disiplin ilmu akuntansi, manajemen operasi atau psikologi. Secara keseluruhan, hal ini menunjukkan bahwa penelitian social entrepreneur mulai menjangkau khalayak luas.
Lalu dari 152 artikel social entrepreneur yang diperoleh, sebanyak 80 (52%) merupakan artikel konseptual dan sebanyak 72 (48%) merupakan artikel empiris. Untuk artikel konseptual, diuji menggunakan proposisi formal. Sedangkan untuk artikel empiris, menggunakan proposisi formal atauhipotesis, metode penelitian, setting penelitian, ukuran sampel, dan pengukuran konstruk social entrepreneur (the measurement of the social entrepreneurship construct).
Conceptual articles
Artikel konseptual dikategorikan dalam beberapa hal, seperti deskripsi, penjelasan, atau prediksi (Kerlinger, 1986; Salju dan Thomas, 1994). Untuk menilainya tersebut, dengan menandai setiap deskripsi, penjelasan, atau prediksi sebagai kunci dalam menganalisanya.
Empirical articles
Artikel empiris diberi tanda pada bagian hipotesis formal, metode penelitian, sumber data, pengaturan penelitian geografis, ukuran sampel yang digunakan, dan bagaimana social entrepreneur yang dioperasionalkan atau diukur. Hipotesis yang benar, pertama, mereka menyediakan alat-alat kerja teori. Kedua, mereka memungkinkan untuk melakukan pengujian hubungan antara variabel, dan dengan demikian dapat ditampilkan untuk menjadi mungkin benar atau mungkin salah. Ketiga, dapat diuji terpisah dari nilai-nilai seorang peneliti dan pendapat.

Implications of Empirical Findings
Eisenhardt (1989) melihat walau terdapat tahapan awal dalam usaha penyediaan dasar penelitian. Akan tetapi sayangnya konsep kewirausahaan sosial yang digunakan sekurangnya dua decade ini lebih kepada teori pembangunan. Yangmana dalam teori pembangunan ini seharusnya termasuk pembelajaran, kesetaraan, akurat, dan spesifik (Weick, 1979; Short et al.,2002). Penjelasan akan teori ini mungkin akurat dan spesifik. Tetapi tidak kepada pencariaan kesetaraan. Penelitian kewirausahaan sosial akan tersisa dalam pembangunan negara jika penelitian masa depan gagal untuk diusahakan berdasarkan faktor empiris kewirausahaan sosial. Ketika metode dalam teori ferifikasi berjalan seharusnya ada penggabungan dugaan hipotesa secara rinci jika penelitian ini sudah matang.



Delineating the Boundaries of Social Entrepreneurship
Mair dan Marti mendefinisikan kewirausahaan sosial yang pertama sebagai suatu proses menciptakan nilai dengan menggabungkan sumber daya dengan cara yang baru. Kedua sumber daya yang dikombinasikan ini terutama ditujukan untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi kesempatan untuk menciptakan nilai social dengan rangsangan perubahan sosial atau dengan pemenuhan kebutuhan social.

Implications for Theory Building
Integrasi dalam strategi dan kewirausahaan menghasilkan nilai pelanggan dan keuntungan sumberdaya perusahaan dapat bersaing lebih diantara organisasi lainnya (Scehendel and Hitt, 2007). Perkembangan konseptual dalam kewirausahaan sosial bisa menyediakan sebuah konteks unik untuk mengintegrasikan strategi dan penelitian kewirausahaan oleh tingkat pemahaman bagaimana organisasi secara serempak mengahsilkan nilai sosial dan keuntungan dalam mencapai penghargaan.

Implication of  Theory Testing
Membangun dasar dalam penelitian induktif di kewirausahaan sosial, pada 18 tahun kedepan kita akan melihat sebuah kesempatan yang terbaik untuk menguji teori secara teliti menggunakan metode kuantitatif.  Seperti Van de Ven and Johnsons (2006) merekomendasikan, sebuah keberagaman dalam metode dan model meningkatkan validitas, realibilitas,  dan pembelajaran; membandingkan dan mengontraskan perbedaan perspektif memerlukan diksriminasi antara kesalahan, noise, dan informasi mengenai persoalan sosial.

Implication for Theory Testing
Pada 18 tahun pertamanya, penelitian social entrepreneurshipdikarakteristikkan sebagai penelitian yang lebih banyak menggunakan pendekatan-pendekatan kualitatif. Sebagai penelitian mendalam, metode kualitatif ini telah digunakan dalam 12 penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan atau menguji teori dari 17 artikel paling menarik dalam bidang manajemen. Melalui pendekatan yang sangat ‘menggali’ ini, diharapkan penelitian-penelitian social entrepreneurship selanjutnya di masa depan tetap meneruskan tradisi ini sehingga hasilnya bisa terus dipublikasikan dalam jurnal-jurnal manajemen dan entrepreneurship.
Menurut Van de Ven dan Johnson (2006), untuk menyaring kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi serta meningkatkan validitas, keandalan, dan pembelajaran, diperlukan kombinasi model-model metode lain seperti pendekatan kuantitatif ketika menghadapi persoalan yang kompleks.
Tantangan terbesar dalam penelitian social entrepreneurship adalah pengumpulan data dan pengukurannya. Khususnya mengenai keputusan dalam sampling, dimana hal ini merupakan kunci yang akan mengungkap hubungan antara fenomena yang ada dengan apa yang akan dilakukan organisasi terkait fenomena tadi. Keputusan ini pula lah yang juga mempengaruhi pengetahuan-pengetahuan yang kita gunakan dalam menentukan langkah-langkah yang akan diambil sebagai pengusaha sosial. Menggunakan database yang besar menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan penelitian social entrepreneurship sehingga solusi-solusi kreatif dibutuhkan untuk mengimbangi sampel yang besar tadi. Jika hal ini berhasil dilakukan maka database yang besar beserta pengukuran yang tepat akan sangat membantu penelitian-penelitian social entrepreneurship selanjutnya di masa mendatang. Sebagai contoh, Social Capitalist Awards dari Fast Magazine menyediakan informasi mengenai perusahaan-perusahaan sosial. Hasil terkini dipublikasikan untuk 45 pemenang nonprofit; dan untuk pertama kalinya majalah ini juga mengukur perusahaan-perusahaan for-profit dengan menggunakan metodologi yang sama dan 10 perusahaan berhasil masuk dalam nominasi ini. dengan database dari seluruh anggota dari majalah fast company, dimungkinkan untuk melakukan studi panel untuk mempelajari tanggung jawab sosial dengan jumlah sampel yang besar tadi. Dengan masuknya perusahaan for-profit dalam nominasi tadi, praktik social entrepreneurship tidak lagi hanya dapat dilihat sebagai fenomena nonprofit saja, melainkan dapat pula dipraktikkan pada sektor bisnis tradisional (for-profit).
Perbedaan tujuan serta aspirasi adalah dua hal kunci yang membedakanentrepreneurship dengan social entrepreneurship dalam perbedaan arah gerak dari keduanya. Beberapa tujuan yang termasuk dalam social entrepreneurship, diantaranya adalah: isu mengenai keberlanjutan lingkungan, dukungan bagi fenomena-fenomena dengan dampak sosial, pemberdayaan komunitas, inovasi untuk kebutuhan sosial, serta pembuatan kebijakan yang dirancang untuk mencapai perubahan sosial.
Memahami dampak dari resiko serta proses dan hasil yang tidak pasti menjadi hal yang diminati peneliti dalam strategic entrepreneurship. Prospect theory - yang digunakan untuk menjelaskan perilaku manusia di dalam kondisi-kondisi beresiko dan dimana kondisi-kondisi nyaman bagi manusia lebih resiko dibandingkan dengan kondisi-kondisi yang tidak pernah atau tidak nyaman baginya – dapat memberikan pemahaman mengenai penelitiansocial entrepreneurship dengan resiko-resiko yang mungkin ada dalam prosesnya. Teori ini menjadi minat bagi mereka yang beranggapan bahwasocial entrepreneurship lebih beresiko ketimbang commercial entrepreneurship karena kurangnya opsi-opsi terkait dana pelaksanaannya. Pandangan lain menyebutkan, kunci dari social entrepreneurship adalah mereka yang berani mengambil keputusan dengan resiko yang tinggi.

Implications for Practitioners
Social entrepreneurship telah beralih dari yang pada awalnya hanya fokus kepada kebijakan publik menjadi topik yang lebih diperhatikan dalam dunia bisnis. Usaha pebisnis dalam mengejar peluang bisnis dengan misi yang mempertimbangkan manfaat bagi kepentingan sosial adalah salah satu alasan penelitian social entrepreneurship berkembang dengan baik.Entrepreneurship dapat dilihat sebagai kunci dimana organisasi dapat memberdayakan kemampuan mereka untuk menanamkan nilai melalui inovasi dan bisnis yang cerdas. Banyak entrepreneur-entrepreneur yang sukses dengan “doing more with less”, dimana efisiensi dan kreativitas dalam mengolah sumber daya adalah kunci kesuksesan mereka. Sehingga penelitian social entrepreneurship di kemudian hari akan diperlakukan sebagai upaya unik dalam menciptakan sumber daya dalam keadaan serba yang terbatas.

Implication for theory
Temuan penelitian menunjukkan bahwa kewirausahaan sosial dapat dikonseptualisasikan sebagai konsep multidimensi dengan dimensi perilaku inovatif, proaktif dan manajemen resiko. Gagasan tersebut menunjukkan sebagai gagasan multidimensi ketika terdiri dari dimensi dan atribut yang saling terkait dan dalam domain multidimensi.


Implication for management and policy
Penelitian ini bisa menjadi dasar praktek dalam kegiatan organisasi NFPs. Misalnya seperti visi pemimpin yang jadi lebih menakankan pada perilaku proaktif dan responsif terhadap strategi manajemen dalam lingkungan yang kompetitif dalam persaingan pencarian dana dengan organisasi yang beroreintasi pada keuntungan. Mereka juga harus terus-menerus memonitor inisiatif kebijakan-kabijakan yang dibuat pemerintah guna meningkatkan transparansi dan daya saing pada pasar pelayanan. Hal tersebut tentu saja membutuhkan inovasi, proaktis dan manajemen resiko dalam upaya kegiatan mereka. Selain itu NFPs juga harus menyeimbangkan prioritas misi sosial dengan keberlanjutan organisasi.


C. PENUTUP


Abstrak
Social entrepreneurship telah menjadi salah satu topik penelitian akademis selama hampir 20 tahun terakhir, tapi belum atau masih sedikit keluaran jurnal yang ada mengenai penelitian social entrepreneurship tersebut. Telah banyak muncul artikel-artikel mengenai social entrepreneurship namun tidak diimbangi dengan penelitian-penelitian empiris yang telah dilakukan. Sedikit dari penelitian empirik mengenai topik ini pun kebanyakan kurang mantap dalam penggunaan hipotesa serta metodenya. Atas dasar ini dapat dikatakan penelitian social entrepreneurship masih dalam tahap awal (embrio). Kemudian social entrepreneurship dapat dilihat dari berbagai bidang sepertientrepreneurship, manajemen publik/nonprofit, isu-isu sosial, dan banyak lagi dimana kesemuanya itu dapat menjadi lahan segar untuk pijakan penelitian-penelitian social entrepreneurship di masa mendatang. Tidak kalah penting dimana peneliti harus menemukan tema-tema kunci dalam melakukan penelitian social entrepreneurship yang diramu menggunakan teori yang telah mantap.



Discussion
Pada tahun-tahun pertama kemunculan social entrepreneurship, pengetahuan mengenai hal tersebut hanya berbasis pada kasus yang didapat dari data kualitatif yang dikumpulkan secara mendalam oleh peneliti. Kemudian Hal ini ditetapkan dalam jurnal kebijakan publik dan nonprofit sebagai pijakan manajemen entrepreneurship. Namun hal tadi saja dapat dikatakan masih minimal mengingat penelitian social entrepreneurship baru saja tumbuh dan berkembang. Untuk memajukan penelitian social entrepreneurship secara teoritis maupun empiris, jurnal ini menetapkan 10 tema kunci yang merupakan kepentingan-kepentingan strategis dari entrepreneurship oleh Schendel dan Hitt (2007).

Jumat, 21 Maret 2014

Organisasi di lingkungan sekitar

Banyak sekali organisasi yang ada dan beragam juga jenisnya, baik di masyarakat maupun di dalam kehidupan perkuliahan, seperti dalam perkuliahan banyak sekali organisasi yang di masuki oleh banyak mahasiswa

Seperti beraneka ragam karena ada yang membawahi Fakultas, maupun secara keseluruhan Fakultas. Dari satu fakultas saja dapat di dapat bermacam organisasi mahasiswa yang terkalit dengan jenis dan bidang kejurusan tersebut.

Seperti dalam Fakultas Ilmu Komputer yang ada di dalam gunadarma, fakultas tersebut memiki banyak organisasi yang dinaungi oleh jurusan ini. Seperti HIMSI,

HIMSI adalah himpunan mahasiswa Sistem Informasi yang dimana kegiatannya meliputi segala aspek dalam jurusan Sistem Informasi yang menjadikan acuan terhadap para mahasiswa dijurusan tersebut. Selain itu dalam organisasi ini memiliki struktur didalamnya seperti, Ketua, Wakil ketua, Sekertaris dan lainnya.

Organisasi ini telah melakukan banyak kegiatan dalam Universitas Gunadarma, seperti Seminar dan Workshop yang berguna emberikan informasi dan juga pengalaman dalam berbagai ilmu diluar maupun didalam Pendidikan Perkuliahan.

Seperti beberapa hari lalu HIMSI melakukan acara Seminar dan Workshop tentang Video Mapping di Universitas Gunadarma yang terluhat mahasiswa yang mengikuti antusias mengikuti acara tersebut, walaupun dikenakan biaya untuk mengikuti kegiatan tersebut dan juga jumlah yang terbatas tetapi cukup baik antusisan dari para mahasiswa tersebut.

Dan pada hari yang ditentukan acara sukses digelar dengan memberikan kesan yang baik tetang acara seminar tersebut.

Banyak sekali yang ada didalam jurusan yang meliputi organisasi diada. Tetapi dikarenakan banyaknya organisasi tetapi penulis hanya memberikan satu contoh dari beragam organisasi yang ada di lingkungan sekitar seperti dalam lingkungan Perkuliahan.



Berorganisasi

Kita sebagai mahkluk Sosial yang tidak bisa hidup sendiri untuk mengisi segala kebutuhan yang tidak bisa terpenuhi jika tanpa bantuan orang lain memberikan kita untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Dari hal hal  tersebut akhirnya menimbulkan beberapa organisasi masyarat yang memilki tujuan yang sama didalam organisasi tersebut.

Dan munculnya banyak organisasi yang menimbulkan keaneka ragaman didalam lingkungan masyarat seperti dalam lingkuangan RT. Penulis mengikuti berbagai organisasi tetapi penulis hanya menceritakan pengalaman berorganisasi didalam Karang Taruna Remaja dilingkungan Penulis.

Dalam Organisasi tersebut penulis pernah mendapatkan jabatan sebagai Sekretaris dalam segala aspek dalam Karang taruna tersebut. Anggota yang dimiliki meliputi segala remaja yang ada didalam lingkungan RT tersebut dari yang masih sekolah hingga yang sudah bekerja tetapi yang belum berkeluarga.

Dalam kegiatan berorganisasi Karang taruna ini memiliki berbagai jadwal yang telah disusan di awal pemilihan ketua karang taruna dan memberikan berbagai kegiatan yang akan dilakukan didalam periode tersebut.

Seperti kegiatan rutin yang dilakukan tiap bulannya, seperti membersihkan lingkuang bersama para Kepala Keluarga di lingkungan tersebut, melakukan pengevaluasian terhadap kegiatan yang telah dilakukan pada tiap bulannya dan memberikan beberapa usulan dan saran untuk kegiatas selanjutnya.

Seperti beberapa waktu lalu bencana banjir yang membuat para korban mendapat berbagai masalah seperti pakaian, makanan  dan obat-obatan membuat kami membuat kegiatan pencarian dana untuk membantu korban tersebut,

Selain kegiatan sosial, karang taruna juga akan menbuat kegiatan dimana kegian pariwisata utuk para anggotanya sehingga para anggota dapat berlibur bersama.

Banyak sekali pengalaman yang penulis dapat kan dari ikut berorganisasi dilingkungan sekitar,

Senin, 13 Januari 2014

Organisasi



Organisasi (Yunani: ργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen.Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis).
Definisi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.[1]
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
·         Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama .
·         James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama .
·         Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
·         Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.[5].
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.[1] Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran [1]

Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

Partisipasi

Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih.. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan. Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan.
Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan..
Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata. Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan.

Unsur-unsur

Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi:
·         Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
·         Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
·         Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.

Jenis-jenis

Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut:
·         Pikiran (psychological participation)
·         Tenaga (physical partisipation)
·         Pikiran dan tenaga
·         Keahlian
·         Barang
·         Uang

Syarat-syarat

Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu .
    Waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta.
    Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif.
    Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi dimana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya.
    Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator.
    Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil.
    Para pihak yang bersangkutan bebas di dlam melaksanakan peran serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
                  Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan pada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan pada prisnsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif.

Partisipasi dalam organisasi menekankan pada pembagian wewenang atau tugas-tugas dalam melaksanakan kegiatannya dengan maksud meningkatkan efektif tugas yang diberikan secara terstruktur dan lebih jelas.

Bentuk-bentuk organisasi

·         Organisasi politik
·         Organisasi sosial
·         Organisasi mahasiswa
·         Organisasi olahraga
·         Organisasi sekolah
·         Organisasi negara
·         Organisasi pemuda

Rabu, 25 Desember 2013

MACAM ORGANISASI DARI SEGI TUJUAN DAN LUAS WILAYAHNYA

1. Organisasi Niaga
Organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan.
Macam-macamnya yaitu :

·         Perseroan Terbatas (PT)
·         Perseroan Komanditer (CV)
·         Firma (FA)
·         Koperasi
·         Join ventura
·         Holding Company

2. Organisasi sosial dan organisasi kemasyarakatan.
Organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat.
·         Jalur pembentukannya :

·         Jalur Keagamaan
·         Jalur Profesi
·         Jalur Kepemudaan
·         Jalur Kemahasiswaan
·         Jalur Kepartaian & Kekaryaan
Organisasi Regional dan internasional.

3. Organisasi regional
adalah organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja.

4. Organisasi internasional
adalah organisasi yang anggota-anggotanya meliputi negara di dunia.

BENTUK ORGANISASI
1. Organisasi Garis
Bentuk organisasi tertua dan paling sederhana. Ciri-ciri bentuk organisasi ini adalah organisasinya masih kecil, jumlah karyawannya sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi.

2. Organisasi Garis dan staf
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu, tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi.

3. Organisasi fungsional
Organisasi yang disusun atasdasar yang harus dilaksanakan organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas.

4. Organisasi Panitia
Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut.

5. Organisasi Lini dan Staf

Staf tugasnya memberi layanan dan nasihat kepada manager dalam pelaksanaan suatu kegiatan. Tugas yang dilakukan oleh ini merupakan tugas-tugas pokok dari suatu organisasi atau perusahaan

Ciri Ciri Unsur dan Teori Organisasi

Ciri-ciri Unsur & Teori Organisasi
Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Ciri-ciri organisasi ialah:
1) terdiri daripada dua orang atau lebih
2) ada kerjasama
3) ada komunikasi antar satu anggota dengan yang lain
4) ada tujuan yang ingin dicapai.

Unsur-unsur organisasi:

1. Manusia(man) : dalam keorganisasian, manusia sering disebut sebagai pegawai atau personel yang terdiri dari semua anggota organisasi tersebut yang menurut fungsidan tingkatannyaterdiri dari pimpinan(administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, manajer yang memimpin tiap-tiap satuan unit kerja yang sudah dibagikan sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan para pekerja.

2. Kerjasama(team work) : suatu kegiatan bantu-membantu antar sesama anggota oeganisasi yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. oleh karena itu, anggota organisasi dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsi, tugas dan tingkatannya masing-masing.

3. Tujuan bersama : adalah arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan merupakan titik akhir dari apa yang diharapkan atau dicapai dalam organisasi. Setiap anggota sebuah organisasi harus mempunya tujuan yang sama agar organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama.

4. Peralatan(equipment) : segala sesuatu yang digunakan dalam organisasi seperti uang, kendaraan, gedung, tanah dan barang modal lainnya.

5. Lingkungan(environtment) : yang termasuk kedalam unsur lingkungan adalah :

a. kondisi atau situasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi berjalannya organisasi karena kondisi atau situasi sangat dekat hubungannya dengan organisasi dan anggotanya. b. tempat atau lokasi, karena mempengaruhi sarana transportasi dan komunikasi. c. Wilayah operasi yang dijadikan sarana kegiatan organisasi, wilayah operasi dibagi menjadi empat, yaitu wilayah kegiatan,wilayah jangkauan, wilayah personil, wilayah kewenangan atau kekuasaan.

6. Kekayaan alam : yang dimaksud adalah cuaca, keadaan geografis, flora, fauna dll.

7. Kerangka/kontruksi mental organisasi itu sendiri.


Teori Organisasi
1. Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)
Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oelh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas.

a. Teori Birokrasi
Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism. Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas, dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.

b. Teori Administrasi
Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reily dari Amerika.
Henry Fayol industrialis dari Perancis, pada tahun 1841-1925 mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi adalah :

- Pembagian kerja (division of work)
- Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility)
- Disiplin (discipline)
- Kesatuan perintah (unity of command)
- Kesatuan pengarahan (unity of direction)
- Mendahulukan kepentingan umum daraipada pribadi
- Balas jasa (remuneration of personnel)
- Sentralisasi (centralization)
- Rantai scalar (scalar chain)
- Aturan (oreder)
- Keadilan (equity)
- Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel)
- Inisiatif (initiative)
- Semangat korps (spirit de corps)

c. Manajemen Ilmiah
Manajemen ilmiah (scientific management) dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor. Ada 2 pendapat tentang manajemen ilmiah. Pendapat pertama mengatakan manajemen ilmiah adalah penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Pendapat kedua mengatakan manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme atau teknik “a bag of tricks” untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi
.
2. Teori Neo Klasik (Teori Hubungan atau Manusiawi)
Teori neoklasik secara sederhana sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendifinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama.

3. Teori Organisasi Modern

Teori modern disebut juga sebagi analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat pada semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan & saling ketergantungan, yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka.

Arti Penting Organisasi dan Metode

Istilah organisasi dapat diartikan :

·         Wadah : sekelompok manusia untuk saling bekerjasama
·         Proses : pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien

Pengertian organisasi :
·        Organisasi menurut Stoner

adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

·         Organisasi menurut James D. Mooney
adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

·         Organisasi Menurut Chester I. Bernard
merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Istilah metode :

Berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan secara efisien.
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah :
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.
Memahami pengertian organisasi penting karena dapat membantu kita untuk membentuk suatu tim kerja atau aktifitas tertentu. Organisasi identik dengan invidu ataupun sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis yagn tergabung dalam suatu system. Pengertian organisasi adalah wadah untuk sekelompuk individu untuk berinteraksi dalam wewenang tertentu. Organisasi yang dibentuk terdiri dari berbagai kelompok yang memiliki kepentingan bersama untuk mencapai tujuan tertentu secara bersama.
Siapapun memerlukan pengalaman dalam organisasi, ini dikarenakan manusia adalah makhluk social yang pasti akan berinteraksi dengan yang lain. Dengan bekerja sama dengan yang lain maka pekerjaan akan terasa lebih ringan. Selain itu pekerjaan atau tugas akan lebih cepat terselesaikan dibandingkan kita hanya bekerja seorang diri.

Pengertian Organisasi dalam arti Statis
Organisasi statis adalah gambaran secara skematis tentang hubungan kerjasama antara orang-orang yang terdapat dalam suatu usaha untuk mencapai sesuatu tujuan.

Pengertian Organisasi dalam arti dinamis
Organisasi dinamis adalah setiap kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organis, mengadakan departemenisasi, menetapkan wewenang, tugas, dan tanggung jawab dari orang-orang di dalam suatu badan/organisasi. Atau di singkat sebagai kegiatan-kegiatan mengorganisir yaitu kegiatan menetapkan susunan organisasi suatu usaha.

Manajemen & organisasi
Manajemen adalah kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antara manusia. Adanya sebuah hubungan antara kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain. Tujuan tersebut dibentuk suatu organisasi dapat diartikan sebagai sekelompok manusia dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Jadi, adanya manajemen maka harus ada organisasi. Dengan kata lain “Organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan.”

Manajemen & Tata Kerja
- Manajemen
Perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan
- Tata kerja
Mengartikan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia
Jadi, untuk melaksanakan pekerjaan secara efisien mengenai suatu pekerjaan dengan mempertimbangkan tenaga kerja, watu dan dapat dimanfaatkan dengan tepat agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. Dengan tata kerja yang baik dapat diartikan dalam proses pencapaian tujuan sudah dilakukan secara praktis. Jadi hubungan antara manajemen dengan tata kerja ialah proses kegiatan dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber serta waktu agar pelaksanaan kegiatan tercapai tujuannya.

Manajemen, Organisasi & Tata kerja
= Manajemen
Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia
= Organisasi
Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokan
- Tata Kerja
Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien

Hubungannya sangat erat dan berarti. Adanya organisasi yang baik untuk tercapainya tujuan perlu adanya manajemen yang baik pula. Organisasi serta manajemen yang baik masih mempunyai satu lagi pelengkap yaitu tata kerja, yang dimaksudkan dengan tata kerja adalah alat yang digunakan sebuah organisasi untuk tercapainya tujuan. Tanpa adanya tata kerja maka manajemen yang telah dibuat tidak akan berhasil sehingga apa yang sudah ditentukan organisasi tidak terpenuhi. Karena ketiganya jika dilakukan sesuai dengan tugasnya maka hubungan dari ketiganya akan saling menguntungkan.
Jadi, Secara garis besar seluruhnya dapat saling berhubungan satu dan yang lainnya
Pada dasarnya pengertian organisasi dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu organisasi dalam arti statis dan organisasi dalam arti dinamis. Terdapat hubungan yang erat antara manajemen, organisai dan metode (tata kerja).Manajemen, organisai dan tata kerja ketiganya diarahkan kepadatercapainya tujuan secara efisien.

Ada sumber Terkait
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/computer-science-and-information/information-system-s1-1/teori-organisasi-umum-2-1
httpwww.anneahira.compengertian-organisasi.htm

http://eva-karina.blogspot.com/2012/09/tugas-teori-org.html#