Pages

Senin, 13 Januari 2014

Organisasi



Organisasi (Yunani: ργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen.Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis).
Definisi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.[1]
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
·         Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama .
·         James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama .
·         Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
·         Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.[5].
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.[1] Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran [1]

Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

Partisipasi

Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih.. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan. Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan.
Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan..
Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata. Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan.

Unsur-unsur

Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi:
·         Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
·         Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
·         Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.

Jenis-jenis

Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut:
·         Pikiran (psychological participation)
·         Tenaga (physical partisipation)
·         Pikiran dan tenaga
·         Keahlian
·         Barang
·         Uang

Syarat-syarat

Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu .
    Waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta.
    Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif.
    Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi dimana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya.
    Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator.
    Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil.
    Para pihak yang bersangkutan bebas di dlam melaksanakan peran serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
                  Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan pada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan pada prisnsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif.

Partisipasi dalam organisasi menekankan pada pembagian wewenang atau tugas-tugas dalam melaksanakan kegiatannya dengan maksud meningkatkan efektif tugas yang diberikan secara terstruktur dan lebih jelas.

Bentuk-bentuk organisasi

·         Organisasi politik
·         Organisasi sosial
·         Organisasi mahasiswa
·         Organisasi olahraga
·         Organisasi sekolah
·         Organisasi negara
·         Organisasi pemuda

Rabu, 25 Desember 2013

MACAM ORGANISASI DARI SEGI TUJUAN DAN LUAS WILAYAHNYA

1. Organisasi Niaga
Organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan.
Macam-macamnya yaitu :

·         Perseroan Terbatas (PT)
·         Perseroan Komanditer (CV)
·         Firma (FA)
·         Koperasi
·         Join ventura
·         Holding Company

2. Organisasi sosial dan organisasi kemasyarakatan.
Organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat.
·         Jalur pembentukannya :

·         Jalur Keagamaan
·         Jalur Profesi
·         Jalur Kepemudaan
·         Jalur Kemahasiswaan
·         Jalur Kepartaian & Kekaryaan
Organisasi Regional dan internasional.

3. Organisasi regional
adalah organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja.

4. Organisasi internasional
adalah organisasi yang anggota-anggotanya meliputi negara di dunia.

BENTUK ORGANISASI
1. Organisasi Garis
Bentuk organisasi tertua dan paling sederhana. Ciri-ciri bentuk organisasi ini adalah organisasinya masih kecil, jumlah karyawannya sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi.

2. Organisasi Garis dan staf
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu, tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi.

3. Organisasi fungsional
Organisasi yang disusun atasdasar yang harus dilaksanakan organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas.

4. Organisasi Panitia
Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut.

5. Organisasi Lini dan Staf

Staf tugasnya memberi layanan dan nasihat kepada manager dalam pelaksanaan suatu kegiatan. Tugas yang dilakukan oleh ini merupakan tugas-tugas pokok dari suatu organisasi atau perusahaan

Ciri Ciri Unsur dan Teori Organisasi

Ciri-ciri Unsur & Teori Organisasi
Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Ciri-ciri organisasi ialah:
1) terdiri daripada dua orang atau lebih
2) ada kerjasama
3) ada komunikasi antar satu anggota dengan yang lain
4) ada tujuan yang ingin dicapai.

Unsur-unsur organisasi:

1. Manusia(man) : dalam keorganisasian, manusia sering disebut sebagai pegawai atau personel yang terdiri dari semua anggota organisasi tersebut yang menurut fungsidan tingkatannyaterdiri dari pimpinan(administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, manajer yang memimpin tiap-tiap satuan unit kerja yang sudah dibagikan sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan para pekerja.

2. Kerjasama(team work) : suatu kegiatan bantu-membantu antar sesama anggota oeganisasi yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. oleh karena itu, anggota organisasi dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsi, tugas dan tingkatannya masing-masing.

3. Tujuan bersama : adalah arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan merupakan titik akhir dari apa yang diharapkan atau dicapai dalam organisasi. Setiap anggota sebuah organisasi harus mempunya tujuan yang sama agar organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama.

4. Peralatan(equipment) : segala sesuatu yang digunakan dalam organisasi seperti uang, kendaraan, gedung, tanah dan barang modal lainnya.

5. Lingkungan(environtment) : yang termasuk kedalam unsur lingkungan adalah :

a. kondisi atau situasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi berjalannya organisasi karena kondisi atau situasi sangat dekat hubungannya dengan organisasi dan anggotanya. b. tempat atau lokasi, karena mempengaruhi sarana transportasi dan komunikasi. c. Wilayah operasi yang dijadikan sarana kegiatan organisasi, wilayah operasi dibagi menjadi empat, yaitu wilayah kegiatan,wilayah jangkauan, wilayah personil, wilayah kewenangan atau kekuasaan.

6. Kekayaan alam : yang dimaksud adalah cuaca, keadaan geografis, flora, fauna dll.

7. Kerangka/kontruksi mental organisasi itu sendiri.


Teori Organisasi
1. Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)
Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oelh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas.

a. Teori Birokrasi
Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism. Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas, dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.

b. Teori Administrasi
Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reily dari Amerika.
Henry Fayol industrialis dari Perancis, pada tahun 1841-1925 mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi adalah :

- Pembagian kerja (division of work)
- Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility)
- Disiplin (discipline)
- Kesatuan perintah (unity of command)
- Kesatuan pengarahan (unity of direction)
- Mendahulukan kepentingan umum daraipada pribadi
- Balas jasa (remuneration of personnel)
- Sentralisasi (centralization)
- Rantai scalar (scalar chain)
- Aturan (oreder)
- Keadilan (equity)
- Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel)
- Inisiatif (initiative)
- Semangat korps (spirit de corps)

c. Manajemen Ilmiah
Manajemen ilmiah (scientific management) dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor. Ada 2 pendapat tentang manajemen ilmiah. Pendapat pertama mengatakan manajemen ilmiah adalah penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Pendapat kedua mengatakan manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme atau teknik “a bag of tricks” untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi
.
2. Teori Neo Klasik (Teori Hubungan atau Manusiawi)
Teori neoklasik secara sederhana sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendifinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama.

3. Teori Organisasi Modern

Teori modern disebut juga sebagi analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat pada semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan & saling ketergantungan, yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka.

Arti Penting Organisasi dan Metode

Istilah organisasi dapat diartikan :

·         Wadah : sekelompok manusia untuk saling bekerjasama
·         Proses : pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien

Pengertian organisasi :
·        Organisasi menurut Stoner

adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

·         Organisasi menurut James D. Mooney
adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

·         Organisasi Menurut Chester I. Bernard
merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Istilah metode :

Berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan secara efisien.
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah :
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.
Memahami pengertian organisasi penting karena dapat membantu kita untuk membentuk suatu tim kerja atau aktifitas tertentu. Organisasi identik dengan invidu ataupun sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis yagn tergabung dalam suatu system. Pengertian organisasi adalah wadah untuk sekelompuk individu untuk berinteraksi dalam wewenang tertentu. Organisasi yang dibentuk terdiri dari berbagai kelompok yang memiliki kepentingan bersama untuk mencapai tujuan tertentu secara bersama.
Siapapun memerlukan pengalaman dalam organisasi, ini dikarenakan manusia adalah makhluk social yang pasti akan berinteraksi dengan yang lain. Dengan bekerja sama dengan yang lain maka pekerjaan akan terasa lebih ringan. Selain itu pekerjaan atau tugas akan lebih cepat terselesaikan dibandingkan kita hanya bekerja seorang diri.

Pengertian Organisasi dalam arti Statis
Organisasi statis adalah gambaran secara skematis tentang hubungan kerjasama antara orang-orang yang terdapat dalam suatu usaha untuk mencapai sesuatu tujuan.

Pengertian Organisasi dalam arti dinamis
Organisasi dinamis adalah setiap kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organis, mengadakan departemenisasi, menetapkan wewenang, tugas, dan tanggung jawab dari orang-orang di dalam suatu badan/organisasi. Atau di singkat sebagai kegiatan-kegiatan mengorganisir yaitu kegiatan menetapkan susunan organisasi suatu usaha.

Manajemen & organisasi
Manajemen adalah kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antara manusia. Adanya sebuah hubungan antara kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain. Tujuan tersebut dibentuk suatu organisasi dapat diartikan sebagai sekelompok manusia dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Jadi, adanya manajemen maka harus ada organisasi. Dengan kata lain “Organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan.”

Manajemen & Tata Kerja
- Manajemen
Perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan
- Tata kerja
Mengartikan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia
Jadi, untuk melaksanakan pekerjaan secara efisien mengenai suatu pekerjaan dengan mempertimbangkan tenaga kerja, watu dan dapat dimanfaatkan dengan tepat agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. Dengan tata kerja yang baik dapat diartikan dalam proses pencapaian tujuan sudah dilakukan secara praktis. Jadi hubungan antara manajemen dengan tata kerja ialah proses kegiatan dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber serta waktu agar pelaksanaan kegiatan tercapai tujuannya.

Manajemen, Organisasi & Tata kerja
= Manajemen
Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia
= Organisasi
Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokan
- Tata Kerja
Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien

Hubungannya sangat erat dan berarti. Adanya organisasi yang baik untuk tercapainya tujuan perlu adanya manajemen yang baik pula. Organisasi serta manajemen yang baik masih mempunyai satu lagi pelengkap yaitu tata kerja, yang dimaksudkan dengan tata kerja adalah alat yang digunakan sebuah organisasi untuk tercapainya tujuan. Tanpa adanya tata kerja maka manajemen yang telah dibuat tidak akan berhasil sehingga apa yang sudah ditentukan organisasi tidak terpenuhi. Karena ketiganya jika dilakukan sesuai dengan tugasnya maka hubungan dari ketiganya akan saling menguntungkan.
Jadi, Secara garis besar seluruhnya dapat saling berhubungan satu dan yang lainnya
Pada dasarnya pengertian organisasi dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu organisasi dalam arti statis dan organisasi dalam arti dinamis. Terdapat hubungan yang erat antara manajemen, organisai dan metode (tata kerja).Manajemen, organisai dan tata kerja ketiganya diarahkan kepadatercapainya tujuan secara efisien.

Ada sumber Terkait
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/computer-science-and-information/information-system-s1-1/teori-organisasi-umum-2-1
httpwww.anneahira.compengertian-organisasi.htm

http://eva-karina.blogspot.com/2012/09/tugas-teori-org.html#

Minggu, 07 Juli 2013

Resensi "Pengharapan” Karya Rahmat Sahry Ramadanie

Pengharapan
Oleh Rahmat Sahry Ramadanie
IDFAM325U Anggota FAM Bontang
Bila senja berubah senapan,
Kan kutempatkan diriku pada pelurunya…
Agar bisa terbang…
Agar merasa hidup di udara…
Bila ku berada di tengah sawah,
Aku akan duduk…
Duduk sambil goyangkan kepala…

Aku kan berkata,
Aku ingin tempat ini… selalu hijau…
Jangan ada yang merusak!
Apa kamu dengar???
Apa kamu mengerti???
Kuharap kalian mengerti…
ULASAN FAM INDONESIA:
Sepertinya puisi ini bertema tentang kelestarian alam. "Pengharapan", sebuah judul yang cukup dalam dan tersaring untuk mewakili pesan yang akan disampaikan.
Bila senja berubah senapan,
Sebuah kalimat yang cukup kuat dalam rangkaian diksi pilihan. Satu pengandaian yang cukup tajam untuk menyatakan rasa kebebasan, keterlepasan dari sesuatu kungkungan, kedustaan dan menyuarakan kebenaran seperti hakikat sebenarnya.
Kita memang seakan merasa suatu kebebasan yang tak terhingga dengan membayangkan dapat melayang bebas di udara, bergerak dan berada di ruang yang tak terbatas. Seperti burung, kupu-kupu dan peluru?
Disinilah keunikan penulis mencari pengandaian satu "kebebasan" itu dengan membayangkan seperti sebuah peluru.
Dalam bahasa puisi hal-hal seperti ini banyak sekali kita temui. Sesuatu yang di dalam logika kita tak mungkin ada, kita tak dilarang mengungkapkannya. Justru ini akan menjadi satu kekuatan untuk membuat puisi itu bermakna dan sarat pesan yang disampaikan.
Bila kita simak kalimat-kalimat selanjutnya semakin nampak dan jelas pesan yang ingin disampikan penulis.
Bila ku berada di tengah sawah,
Aku akan duduk…
Duduk sambil goyangkan kepala…
Aku kan berkata,
Aku ingin tempat ini… selalu hijau…
Ya, sebuah pengharapan agar tetap menjaga kelestarian dan keseimbangan alam, yang semula tandus agar tetap rindang, yang tadinya gersang agar tetap hijau.
Bila kita simak imajinasi penulis yang sedang berada di tengah sawah menghijau, memang akan terasa damai melihat hamparan padi-padi yang seperti permadani. Lalu, "hijau" yang mana yang ingin selalu dipertahankan, padi-padi atau pepohonan sekitar sawah?
Cukup menarik dan maksud sebenarnya belum tergambar di sini.
Secara umum penulis sebenarnya punya kekuatan imajinasi yang cukup bagus dalam merangkai sebuah puisi. Dengan berbagai rasa dan pengandaian penulis sebenarnya dapat lebih melenggang lebih jauh dan dalam untuk memetik diksi-diksi yang menarik dan memiliki daya kejut untuk sebuah puisi.
Disarankan agar penulis lebih banyak membaca puisi-puisi penulis yang sudah cukup punya nama, memahami, dan merasakan getaran pesan yang ada di dalamnya. Dengan demikian kita akan semakin mantap dan yakin untuk menulis apa saja yang kita rasakan guna mencari sebuah hikmah tersembunyi dari semua itu.

Resensi Puisi Karya Chairil Anwar ( SENJA DI PELABUHAN KECIL )

SENJA DI PELABUHAN KECIL

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

1946
(a) Diksi
Pilihan kata dalam puisi ini terlihat biasa dan terkesan kata-kata yang digunakan dalam kesehariaannya. Tetapi arti katanya bukan arti yang sebenarnya. Walaupun dengan kata-kata yang biasa tapi Chairil memberikannya sebaagai kata-kata yang mengandung makna konotasi. Seperti kata gudang, rumah tua pada cerita, tiang serta temali, mempercaya mau berpaut kata-kata ini bermakna sebuah kedukaan. Bagi penyair gudang dan rumah tua dianggap sebagai sesuatu yang tak berguna seperti dirinya yang dianggap tiada berguna lagi. Kata ”mempercaya mau berpaut” itu sebenarnya juga berarti harapan Chairil akan kekasihnya.

Pilihan kata seperti kelam dan muram juga memberi kesan pada makna kesedihan yang dirasakan. Kata menemu bujuk pangkal akanan juaga merupakan harapan penyair. Sedangkan kata tanah dan air yang tidur juga menyatakan suatu kebekuan.

Chairil mampu mengolah pilihan katanya sebaik mungkin walaupun dengan bahasa percakapan tapi mampu menghadirkan makna yang dalam. Hanya ada satu kata yang tidak biasa diucapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu akanan.

(b) Efoni dan Irama
Chairil bukanlah penyair yang selalu terikat pada peratturan sehingga kadang-kadang dia tak pernah memperhatikan bunyi yang ada dalam puisinya. Baginya menulis puisi itu adalah suatu kebebasan. Meskipun demikian dalam puisi ini Chairil tetap memperhatikan bunyi walau tidak terlihat secara mencolok.

Dalam puisi ini memang banyak efek kakafoninya sehingga tidak bisa dikatakan puisi merdu. Banyak bunyi yang mengandung k,p,t,s seperti kali, cinta, di antara, tua, cerita, tiang serta temali, kapal, perahu, mempercaya, berpaut, mempercepat, kelam, kelepak, pangkal, akanan, kini, tanah, tidur, tiada, aku sendiri, semenanjung, pengap, masih, sekali, tiba,sekalian, selamat, pantai, keempat, penghabisan, terdekap, dan bisa. Kata-kata itu menimbulkan efek kakafoni, meskipun terdapat rima, aliterasi dan asonansi. Seperti rima aabbccddefef , aliterasi tidak-bergerak, pengap-harap serta asonansi ini-kal dan, pada-cerita.

Gabungan beberapa unsur bunyi yang terpola tersebut menimbulkan irama yang panjang, lembut dan rendah. Karena irama tersebut menggambarkan kasedihan yang ada pada puisi terbut. Karena irama sajak juga merupakan gambaran akan suasana puisi tersebut.

(c) Bahasa Kiasan
meskipun bahasa dalam puisi ini adalah bahasa percakapan sehari-hari tetapi semuanya adalah bahasa kias. Dalam puisi ini banyak berbagai bahasa kias yang dipakai penyair untuk memperdalam makna yang ada dalam puisinya.

....................................................
di antara gudang, rumah tua pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tidak berlaut
.........................................................
........Ada juga kelepak elang
............................................
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak

Dari kata-kata itu terlihat adanya metafora yang memperdalam rasa duka yang dirasakan. Ketidak berdayaan itu dibandingkan Chairil sebagai sebuah gudang, rumah tua, tiang, dsan temali yang tiada berguna. Harapannya kandas bagai kapal dan perahu yang tidak melaut karena mennghempaskan diri di pantai saja. Serta kebekuan hati bagai air dan tanah yang tidur dan tidak bergerak.

Selain itu juga terdapat personifikasi pada rumah tua pada cerita, ada juga kelepak elang menyinggung muram, desir hari lari berenang, dan kini tanah dan air tidur hilang ombak dan sedu penghabisan bisa terdekap. Dari kata-kata itu penyair menghidupkan rumah tua yang seakan mampu becerita, dan menghidupkan juga kelepak elang yang mampu menyinggung perasaan orang yang sedang muram. Hari pun dikatakan penyair seakan berlari dan berenang menjauhi dia sehingga dia tidak bisa memutar balik waktu itu. Dia juga berusaha menidurkan tanar dan air sehingga merasa dalamlah kebekuan hati seseorang yang digambarkan. Semuanya ini menyebabkan hanya sendu yang bisa ia peluk bukan orangnya.

Sinekdok terlihat pada kata tiang yang sebenarnya adalah rumah, kata kapal dan perahu yang berarti pelabuhan. Kalimat dan kini tanah dan air tidur hilang ombak juga merupakan ungkapan yang hiperbola karena melebih-lebihkan kedekuan hati sang gadis itu. Bahasa kiasan tersebut sebenarnya hanya ingin mengungkapkan makna yang lebih mendalam pada pembaca.

(d) Citraan
citran yang ada dalam puisi adalah penglihatan ’imagery. Yang mengisyaratkan bahwa pelabuhan kecil itu merupakan tempat perpisahanya. Seolah-olah puisi ini membawa pembaca dengan inderanya untuk melihat suasana pelabuhan yang kecil dan seakan-akan mati. Dengan khayalan yang sudah tergambar Chairil mencoba lagi membawa pembaca lewat puisinya ke dunianya tersebut agar bisa merasahan kesedihan yang dia rasakan.

citraan penglihatan tersebut terlihat dari
diantara gudang, rumah tua pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tidak berlaut

Kalimat tersebut mengajak pembaca mendalami kesunyian yang ada dalam pelabuhan itu dengan melihat keadaan pelabuhan. Dan hal itu sesungguhnya gambaran dari kesunyian sang penyair juga.

(e) Pemikiran dalam Sajak
sajak ini merupakan luapan hati penyair yang sedih setelah ditinggal kekasihnya Sri Ayati menikah dengan seorang perwira. Hal ini merupakan pukulan bagi Chairil karena kekasih yang sangat disayanginya harus menikah dengan orang lain.

Kesediahan ini mungkin dirasakan Chairil terlalu mendalam sehingga semua yang ada disekitarnya dirasakan sunyi , kareena larut dalam kesunyian hatinya. Sehingga kedukaan karena cinta tersebut dibuat penyair dengan sangat plastis. Sehingga seakan-akan semua harapan dan keinginan itu hanya malah membuatnya sakit. Karena harapan untuk menjalin cinta dengan Sri Ayati itu akhirnya kandas juga. Sehingga keseluruhan cerita ini merupakan luapan kesedihan penyair.

Chairil biasanya orang yang tegar dan selalu optimis dalam segala hal tetapi dalam puisi ini dia merasa pesimis karena cintanya sudah kandas. Sehingga puisi ini seakan-akan menjadi melankolis karena sajaknya berisi tentang ratapan dan kesedihan Chairil dalam memikirkan nasib yang benar-benar sudah tak bisa lagi dirubah. Tetapi emosi Chairil yang menguasai puisi ini menyebabkan sajaknya tidak terlalu terlihat sedih.

Resensi Kumpulan Cerpen "Flamboyan Senja" Karya Aliya Nurlela

Judul Kumcer : Flamboyan Senja
Penulis : Aliya Nurlela
Jumlah halaman : 139 halaman
Jenis Cover : Biasa
Harga : Rp 38.000
ISBN : 978-602-17143-5-5
Penerbit : FAM Publishing
Siapa yang tidak tahu kata “dream” ? Semua manusia normal di dunia pasti tahu arti dan makna “dream”. Orang Indonesia menyebutnya dengan istilah “harapan”, “impian”, “rindu”, atau kadang- kadang dibentuk menjadi sebuah kalimat, misalnya “sesekali bersila, sesekali bertekuk lutut”. Kalimat impian inilah yang mengawali cerita yang akan dijadikan sebagai tema dalam kumpulan cerpen
yang dipilih oleh penulis, Aliya Nurlela: keinginan untuk berubah menjadi wanita yang seutuhnya, tetapi sering ditepis oleh kebimbangan sifat labil masa itu, dahulu. Penulis meledakkan makna “dream” di awal cerita, disandingkan dengan kisah nyata—mungkin pribadi—dengan alur yang fiktif.
Kumpulan cerpen yang dikarang oleh Aliya Nurlela membungkus cerita dengan kantung Islamik. Dari awal hingga akhir cerita, kumpulan cerpen Flamboyan Senja dihiasi dengan senandung kata mutiara dan untaian asma Allah SWT. Begitu juga dengan konsep penulisan yang diterapkan oleh penulis, yaitu “cerita yang ‘bernilai’ haruslah selalu diingat, karena akan menjadi pedoman hidup”. Pada akhir cerita, penulis secara gamblang memberikan nilai- nilai moral dan Islamik—sangat eksplosif—yang ditulis dengan runtut berdasarkan cerita yang telah dipaparkan sebelumnya.
***
Ada yang berujar tak sadar, “Subhanallah.” Ada pula yang mengucap syukur lega, “Alhamdulillah, akhirnya...” Namun tak sedikit yang mencibir dan meragukan kostum yang membalut tubuhku akan bertahan kukenakan (Halaman 10). Dari potongan paragraf awal cerita, Flamboyan Senja, cerpen ini menjelaskan betapa kerasnya cobaan yang dihadapi oleh tokoh utama untuk mempertahankan dan memperjuangkan impiannya menjadi muslimah sejati. Dalam cerpen ini, penulis memilih pohon Flamboyan sebagai sandingan tokoh utama yang berjuang untuk menghentikan jalan hidupnya di dunia teater, sehingga cerita terkesan dramatis.
Geu Saram, judul cerpen bagian ke dua. Cerpen ini memiliki hubungan yang erat dengan cerpen Flamboyan Senja atau dapat dikatakan Geu Saram adalah kelanjutan dari Flamboyan Senja. Pada halaman 30 menegaskan, “Kamu sudah memiliki segalanya. Popularitas, kesempatan dan uang. Bukankah banyak gadis cantik yang berlomba- lomba meraih posisi sepertimu?! ...” Dalam kutipan cerpen Geu Saram ini, penulis menambahkan konflik cerpen pembuka, yaitu rintangan yang dihadapi oleh tokoh untuk tetap berada di jalan yang dipilihnya dan sejalan dengan keluarganya, menjadi muslimah sejati dan meninggalkan karier sebagai pemain teater. Geu Saram juga mendukung jawaban permasalahan cerita Flamboyan Senja, (halaman 32) “... Kalian tahu, penulis Zahda Amir? ...” Aliya Nurlela mengangkat penulis Zahda Amir sebagai pembanding dengan sutradara Joe yang menganut paham berkarya sebebas- bebasnya atau seni adalah santapan hiburan yang menyegarkan. Penulis Flamboyan Senja terus- menerus mendeskripsikan sosok Zahda Amir sebagai tokoh idola cerita. (Halaman 40) “ ‘Ayo segera bangun, kita pergi dari sini.’ Sebuah suara pelan mengagetkanku. Itu bukan suara sutradara Joe apalagi keempat lelaki kekar itu...” Secara fisik cerita, tokoh diselamatkan oleh seorang laki- laki tak dikenal, dan pada detik- detik terakhir cerita, ternyata lelaki itu adalah Zahda Amir yang terkenal dengan tulisan santunnya. Di sini, penulis sangat mahir membalik cerita fakta menjadi fiktif: mungkin, inilah jawaban yang mendukung mengapa tokoh mulai meninggalkan kariernya sebagai pemain teater yang juga dipaparkan dalam cerpen pertama.
Tidak hanya penulis Zahda Amir yang diangkat oleh penulis kumpulan cerpen Flamboyan Senja, Aliya Nurlela, tetapi juga penulis Khalil Gibran muncul pada halaman 115, “... Kubaca ulang. Ah, mengapa tidak sehebat untaian kalimat Khalil Gibran? ...” Penulis menyinggung gaya bahasa dan pola menulis sang pujangga yang terkenal dengan ukiran kalimat indah. Dalam kutipan cerpen tersebut, penulis sepertinya fokus pada harapan tokoh cerita untuk menulis yang indah, setidaknya mendekati keindahan karya Khalil Gibran dan diselingi dengan kalimat yang santun. Sedangkan faktanya, gaya menulis Khalil Gibran sudah tertanam di cerpen bagian akhir, Kelopak Flamboyan Itu Bertasbih.
Penulis Flamboyan Senja tetap berpedoman pada kata “dream”, seperti cerpen ke tiga, ‘Impian yang Terhapus’ yang merupakan sisa dari cerita sebelumnya, bahwa tokoh aku pada cerpen sebelumnya memiliki mimpi menjadi orang terkenal namun pada akhirnya terlepas, terhempas hingga di cerpen ‘Impian yang Terhapus’. Sedangkan, cerpen yang lain, penulis tetap fokus pada tema yang dibulatkan—harapan—impian—rindu—ingin memiliki cinta—dalam ruang cerita cinta, keluarga, kemiskinan, dan ketergantungan dengan orang lain.
Kumpulan cerpen ini cocok dibaca oleh semua kalangan, terutama usia labil atau 12 tahun ke atas. Kumpulan cerpen ini juga menyuguhkan cerita yang bervariasi, fokus dengan tema “dream”, dan mengulas ulang semua pesan cerita yang ingin disampaikan di bagian akhir cerpen “Kelopak Flamboyan Itu Bertasbih”, sehingga pembaca yang berusia labil dapat lebih paham apa makna cerita yang telah dibaca sebelumnya.
Kata “santun”. Dalam kumpulen cerpen Flamboyan Senja, kata tersebut dapat menjadi karakteristik kepenulisan dari penulis Aliya Nurlela. Kata ini selalu dilibatkan dengan karakter dan pesan baik cerita yang disampaikannya.
Cerita yang dipaparkan penulis sangat dramatis dan fiktif, terutama cerpen pertama dan ke dua, sehingga secara tidak sengaja pembaca akan sulit menilai dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata, bahwa impian dan sukses hanya bisa terwujud dengan mudah di dalam cerita- cerita fiktif. Seharusnya, penulis tidak perlu menceritakan sebuah kisah terlalu dramatis atau fiktif, apalagi tema cerita “dream” atau “impian” yang biasanya menjadi cerita inspirasi dan motivasi pembaca. Cerita dengan tema “dream” akan lebih mengena ke pembaca bila dipaparkan dengan tidak terlalu dramatis atau fiktif.